Banggai Kepulauan
Rencana Pengelolaan dan Konservasi

Penyusunan Rencana Konservasi dan Pengelolaan Ikan Capungan Banggai Melalui Pemberdayaan Kelompok Nelayan Untuk Melakukan Pemanfaatan Organisme Laut Secara Berkelanjutan di Kepulauan Banggai.

Periode 2009 - 2011

Ringkasan

Masyarakat Banggai menggantungkan hidupnya pada perikanan dan penjualan hasil-hasilnya di pasar lokal, termasuk di antaranya ikan konsumsi, cumi-cumi, kerapu, teripang dan ikan hias air laut.  Dari kegiatan ini salah satu jenis yang penting dalam perdagangan adalah ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni).  Jenis endemik ini pernah sangat berlimpah di kawasan kepulauan Banggai akan tetapi habitatnya sangat berkurang akibat dirusak di sisi lain populasinya juga menurun karena adanya tangkap-lebih.  Untuk menjamin kondisi terumbu karang dan menjaga ikan Capungan ini, beserta jenis-jenis lainnya, masyarakat Banggai perlu menyusun dan menjalankan sebuah program konservasi dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

LINI bersama para partnernya telah melakukan survei untuk menyusun peta penyebaran ikan Capungan Banggai dan rencana untuk memonitor populasinya di wilayah Banggai.  Kami yakin bahwa dengan memberikan dukungan ini, konservasi terumbu karang berbasis masyarakat dapat menciptakan kegiatan perikanan terumbu karang yang lebih berkelanjutan, dan dengan demikian menjadi semacam contoh yang dapat direplikasi di tempat lain, khususnya di Indonesia dan negara lain yang pengelolaan sumberdaya pesisirnya masih lemah atau belum ada sama sekali.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat sebuah program konservasi terumbu karang dan perikanan laut yang berkelanjutan untuk keberlangsungan mata pencaharian para penduduk Banggai.  Lebih lanjut, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat setempat dalam mengembangkan program konservasi terumbu karang dalam rangka mencegah kerusakan karang yang lebih berat dan hilangnya populasi ikan-ikan karang, serta menyusun dan mengimplementasikan rencana pengelolaan.  Dengan demikian akan terjadi peningkatan populasi ikan-ikan penghuni terumbu karang untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini didukung oleh Yayasan KEHATI.

 
Program Pendidikan dan Penyadartahuan Konservasi

Penyusunan Program Pendidikan dan Penyuluhan Untuk Sekolah Perikanan Lokal di Kepuluan Banggai.

Periode  Mei 2010 – Oktober 2011

Ringkasan

LINI telah mengawali kegiatan di Banggai dengan melakukan sebuah inisiatif konservasi terumbu karang berbasis masyarakat di awal tahun 2009.  Terumbu karang di wilayah ini adalah rumah bagi ikan Capungan Banggai (Pterapodon kauderni) yang merupakan spesis endemik dan hanya dapat dijumpai di kepulauan ini.  Capungan Banggai adalah ikan hias laut pertama yang dibahas secara international dalam CITES karena adanya kepedulian terhadap kegiatan penangkapannya yang berlebih yang dikhawatirkan mengarah kepada kepunahan ikan ini.  Ketika para pedagang, pembeli akhir maupun orang-orang di negara-negara maju peduli dengan isu-isu konservasi dari ikan ini, orang-orang yang ada di Banggai Kepulauan belum menyadari sama sekali isu konservasi yang melingkupi spesis unik yang mereka miliki dan menjadi sumber pemasukan penting untuk masyarakat lokal.  Lebih jauh sejumlah orang yang punya keinginan untuk mulai melakukan perubahan positif dan bekerja untuk keberlanjutan sumberdaya laut di daerah Banggai masih kekurangan dana dan keterampilan untuk segera melindungi spesis ini dan habitat lautnya

Tujuan:

  1. Meningkatkan kapasitas kelompok nelayan lokal dalam mengembangkan program konservasi terumbu karang di daerah Banggai dalam rangka perlindungan terumbu karang, mencegah kerusakan karang lebih lanjut serta menyusun dan melaksanakan sebuah rencana pengelolaan dalam rangka pemulihan populasi ikan daerah terumbu karang untuk pemanfaatan berkelanjutan,
  2. Menghentikan kegiatan perikanan yang merusak dengan cara meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi sumberdaya laut dari kerusakan,
  3. Menjalankan serangkaian kegiatan lokakarya untuk para guru dalam rangka penyusunan materi-materi penyuluhan dan pendidikan,
  4. Melakukan penyusunan program pendidikan dan konservasi untuk para guru sekolah lokal,
  5. Melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan untuk masyarakat pesisir termasuk kepada kelompok nelayan, para pemuda dan pemerintah setempat,
  6. Menyusun materi kampanye dan penyuluhan yang akan digunakan oleh para guru dan masyarakat lokal (misalnya poster, buku komik, factsheet, flip chart).


Kegiatan ini didukung oleh PADI Foundation

 


Daerah Kerja Kami

Banner
Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)