|
Penyelam Hookah-Titik Paling Riskan Dalam Kegiatan Penangkapan Ikan Akuarium (Bagian 2) |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ron Lilley
|
|
Kamis, 11 September 2008 06:11 |
|
Jadi sesungguhnya apa yang menyebabkan para nelayan masih menggunakan kompresor? Apa yang harus dilakukan terhadap mereka yang nampaknya tidak peduli dengan keselamatan dirinya? Dengan berjalannya waktu, ternyata banyak kegiatan baik di darat maupun di laut yang berperan dalam kehancuran daerah terumbu karang dangkal yang berdekatan dengan desa-desa pesisir. Daerah dangkal yang dulunya penuh dengan berbagai jenis ikan baik baik untuk konsumsi maupun untuk ikan hias kini sudah miskin,tidak berpenghuni lagi. Tetapi, perut harus diisi, dan para nelayan tahu bahwa jauh di kedalaman laut masih ada ikan yang bisa mereka tangkap. Para pembeli dan pasar sangat ”lapar” akan stok ikan dan terus memberi order yang harus dipenuhi.
Sebelum diperkenalkannya penggunaan kompresor untuk penyelaman, daerah-daerah dalam di lautan masih relatif aman bagi ikan-ikannya untuk hidup dan berkembang biak. Tanpa adanya pengawasan dan pengaturan, wilayah-wilayah tak tersentuh ini akan dieksploitasi habis-habisan. Di sisi lain, pasar (dan pembeli) yang makin berkembang membutuhkan lebih banyak produk. Malangnya, para nelayan tidak memiliki keterampilan dan modal uang untuk mata pencarian alternatif, atau kekuatan tawar untuk harga ikan dan peralatan kerja yang lebih baik. Ini sangat klasik, seklasik kisah terbelitnya mereka dengan hutang, kurangnya kemampuan berbisnis dan bagaimana orang-orang bisnis memanfaatkan ketidakmampuan tersebut.
Baik MAC ataupun LINI tidak mendukung penggunaan kompresor untuk penyelaman. Pada setiap kegiatan pelatihan selam sehat, Yayasan LINI selalu menggarisbawahi hal tersebut. Materi prinsip-prinsip penyelaman dasar diberikan, begitu juga dengan dampak penyelaman dalam terhadap tubuh manusia. Walaupun para nelayan memiliki keterbatasan dalam hal pendidikan formal tetapi semuanya langsung tertarik ketika masuk pada bagian penyakit-penyakit penyelaman. Mereka tahu ada kejadian-kejadian berkaitan dengan penyakit penyelaman di sekitar mereka, tapi betul-betul tertarik untuk mendapat penjelasan tentang apa yang sebetulnya mengakibatkan teman-teman mereka lumpuh atau bahkan meninggal dunia. Akhirnya mereka juga paham bahwa dalam keadaan darurat sesungguhnya hanya sedikit saja yang mereka bisa lakukan untuk menanggulangi kejadian ini.
LINI sangat mengharapkan adanya pembeli yang bersedia memberikan pelatihan penyelaman SCUBA dan sumbangan perlengkapan yang memadai,yang mana hal ini sudah dilakukan di beberapa negara antara lain Amerika Serikat dan Australia. Para penghobi dan pembeli akhir perlu ditingkatkan kepeduliannya terhadap isu-isu ini dengan harapan bahwa mereka akan berpikir seksama ketika membeli ikan untuk akuariumnya. Terlalu banyak jiwa yang sudah hilang dan terlalu banyak keluarga miskin yang menderita karena kepala keluarga sebagai tumpuan hidup mereka lumpuh akibat praktek penggunaan kompresor ini.
“Anda bisa membantu jiwa para nelayan ini dengan cara mencari informasi tentang asal usul ikan yang akan anda pilih dan beli!”
“Spesies yang dipilih dengan tepat dan diketahui asalnya tidak hanya akan mengurangi tingkat kematian ikan dan meningkatkan perlindungan terhadap terumbu karang, tetapi juga membantu melindungi jiwa para nelayan yang menangkapnya”.
- Mengenang para sahabat: Gede Subandi Adnyana, Komang Sukanama dan Nengah Sumantra - |
|
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 03 Agustus 2010 11:43 |