Rekomendasi Simposium Perikanan Hias Laut Indonesia II PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Jumat, 10 Desember 2010 13:45

Simposium Perikanan Hias Laut Indonesia II yang diselenggarakan pada 23 November 2010 dihadiri sekitar 70 peserta/undangan dari berbagai kalangan.

Berikut ini adalah rekomendasi yang dihasilkan:

 

 

  1. Diperlukan kajian mengenai kebijakan, peraturan dan prosedur pemanfaatan perikanan hias laut dan transplantasi karang hias, agar bisa lebih disederhanakan. baik prosedur perijinan maupun birokrasi untuk pengurusan perijinannya.
  2. Bersama program dari Pemerintah yang terkait, melakukan promosi di dalam dan luar negeri, mengenai kegiatan perikanan hias laut berkelanjutan.
  3. Pemerintah terkait dapat memfasilitasi dalam program penelitian, pemasaran dan budidaya ikan hias laut di tingkat masyarakat/pengusaha, antara lain dalam bentuk pelatihan alih teknologi.
  4. Perlu membangun kapasitas dari scientific community untuk perikanan hias laut, sehingga dapat memberikan masukan yang dapat digunakan oleh pemerintah terkait, pengusaha dan masyarakat dalam memberikan option untuk kegiatan pemanfaatan dan perdagangan baik budidaya maupun tangkap.
  5. Menguatkan kemitraan antara masyarakat/NGO, pengusaha dan pemerintah terkait dalam mengembangkan perikanan hias laut berkelanjutan.
  6. Mengkaji sistem pendataan yang ada, dan membangun sistem yang terpadu untuk pemanfaatan dan perdagangan.

Peserta:

  1. Pengusaha eksportir ikan dan karang hias laut untuk akuarium
  2. Asosiasi dan Perhimpunan yang bergerak di bidang perikanan hias laut
  3. Ornamental Fish International
  4. NGO Internasional dan lokal
  5. Kelompok Nelayan
  6. Pemerintah Pusat: Kementerian Kelautan dan Perikanan
  7. Pemerintah Daerah: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng,
  8. Kantor Balai Konservasi Sumberdaya Alam Bali, Kementerian Kehutanan,
  9. UPT BPPSPL-Bali, KKP
  10. Kantor Karantina Ikan

 

 

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 10 Desember 2010 14:17
 
Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)