|
Uji Coba Peternakan Laut Untuk Udang Hias Laut Menggunakan “Shrimp Pod” di Desa Les-Tejakula |
|
|
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Selasa, 25 Januari 2011 00:00 |
|
Para nelayan ikan hias laut desa Les di Bali Utara sejak Juli 2010 yang lalu telah melakukan uji coba peternakan bawah laut untuk jenis udang hias. Dengan dibantu oleh Yayasan LINI dibuatlah sebuah habitat buatan yang menyerupai pot dan terbuat dari bahan semen, yang kemudian mengilhami nama “Shrimp Pod” yang arti harfiahnya adalah “Pot Udang” yang kemudian akhirnya menjadi “Rumah Udang”. Habitat buatan ini ditempatkan pada kedalaman sekitar 15 meter. Ada tiga jenis udang hias yang menjadi target dalam kegiatan perdagangan biota akuarium laut yaitu Udang Pelet (Lysmata amboinensis), Udang Wayang (Rhynchocinetes spp) dan Udang Merah Putih atau Udang MP (Stenopus hispidus). Di antara ketiga jenis ini, Udang Pelet adalah yang paling diperjualbelikan oleh para hobiis dan harganya dapat mencapai Rp 7.000,- per spesimennya.
Para nelayan mengambil indukan dari daerah terumbu sekitar dan kemudian melepaskannya di antara habitat buatan ini. Dari hasil monitoring, ternyata dapat diidentifikasi empat jenis udang yang mendiami pot-pot ini dalam waktu dua bulan sejak pemasangannya yaitu Udang Pelet, Udang Wayang, Udang MP dan Udang Air. Saat ini terdapat sekitar 500-an ekor udang yang telah dipanen dari rumah udang ini, utamanya Udang Wayang.
Di balik hasil yang dicapai, muncul satu masalah yaitu kemunculan beberapa predator udang hias menyusul pemasangan rumah udang ini, termasuk salah satunya yaitu Kerapu Tokek (Cirrhitichthys aprinus). Untuk mengatasinya maka diambil langkah-langkah berupa memodifikasi bentuk dan disain pot-pot ini di mana uji cobanya sudah siap untuk dilakukan. Rencananya pot hasil modifikasi ini akan dipasang di dasar laut di akhir bulan Maret 2011 ini.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 29 Maret 2011 16:44 |