Simposium Ornamental Laut Indonesia II-2010 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Rabu, 18 Agustus 2010 15:30

Menjalankan Hobby yang mendukung Pelestarian Terumbu Karang


 

Yayasan LINI mengajak komunitas akuarium laut, yaitu penggemar akuarium laut, pelaku perdagangan dan pemerintah untuk bersama-sama membangun perikanan hias laut Indonesia yang lestari, dengan pemanfaatan yang bertanggung jawab dan berkeadilan. Daftar sekarang

LATAR BELAKANG

Ketika krisis ekonomi melanda dunia, termasuk juga di Indonesia, ternyata kondisi ini tidak mengganggu dalam meneruskan kegemaran untuk memelihara akuarium laut beserta ikan dan hewan lainnya. Bahkan kegemaran untuk untuk mempunyai akuarium terus tumbuh baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hobi memelihara ikan hias masih merupakan hobi populer, dimana di  negara Amerika Serikat, ini adalah hobi kedua setelah fotografi.

Dalam dua dekade terakhir, Indonesia masih merupakan negara pengekspor penting untuk perdagangan biota akuarium laut di dunia, baik karena variasi jenis maupun volumenya yang tinggi. Menurut InfoFish 2008, nilai ekspor perikanan hias Indonesia pada tahun 2006 mencapai US$ 8.9 juta (V.K.Dey in Kurup Eds, 2008). Nilai ekspor ini berada dibawah nilai ekspor yang diterima oleh negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, yang mempunyai wilayah perairan sangat lebih kecil dan sumberdaya alam yang lebih terbatas.

Wilayah pemanfaatan perikanan hias laut tersebar mulai dari Pulau Sabang di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sampai dengan Pulau Biak Numfor di Propinsi Papua. Kegiatan pemanfaatan perikanan hias yang tidak diatur dan diawasi, merupakan salah satu penyebab kerusakan pada terumbu karang di Indonesia, antara lain karena pemakaian bahan kimia dan cara-cara pengambilan yang merusak. Pemanfaatan yang tidak diatur dapat pula mengakibatkan menurunnya populasi jenis-jenis tertentu, karena tangkap lebih dan penanganan paska penangkapan yang tidak mengikuti cara-cara yang baik.  Di sisi lain, kegiatan pemanfaatan perikanan hias ini merupakan sumber mata pencaharian yang bernilai tinggi bagi masyarakat pesisir, yang umumnya tidak banyak mempunyai pilihan lain.


Upaya pencegahan semakin meluasnya kerusakan pada ekosistem laut yang diakibatkan oleh pemanfaatan perikanan hias ini harus segera dilaksanakan. Penggemar akuarium laut bisa berperan aktif dalam membantu membuat kegiatan pemanfaatan biota untuk akuarium laut tidak mengancam kelestariannya di alam. Untuk mengetahui lebih banyak bagaimana dan apa yang dapat dilakukan, maka hadirilah acara simposium kedua ini, yang direncanakan akan dilaksanakan di Bali pada tanggal 23 November 2010.

TUJUAN

  1. Meningkatkan rasa kecintaan terhadap kondisi perikanan hias dan ekosistemnya lewat hasil seni yang dihasilkan dari biota akuarium laut.
  2. Mendapatkan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan akuarium laut yang ramah lingkungan.
  3. Mengetahui kegiatan budidaya jenis-jenis ikan dan biota untuk akuarium laut terkini.
  4. Mengetahui informasi terkini kegiatan pelestarian yang dilakukan dalam upaya mempertahankan kegiatan perikanan hias laut yang berkelanjutan.

 

SASARAN PESERTA

Peserta simposium ini diharapkan berasal dari:
1.    Pemerhati, Penyayang dan Hobbyist
2.    Mahasiswa dan Pelajar
3.    Peneliti, Pengajar Universitas/Perguruan Tinggi,
4.    Instansi Pemerintah,
5.    Pengusaha bidang perikanan hias laut

Daftar sekarang

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Simposium akan diselenggarakan di Hotel Werdapura Jl. Danau Tamblingan Sanur, Bali pada tanggal 23 November 2010.

PENYELENGGARA

Simposium sehari ini dilaksanakan oleh Yayasan Alam Indonesia Lestari.

Acara Simposium terdiri dari 2 bagian:

  1. Sesi presentasi, dimana penyelenggara telah menyiapkan 5 pemakalah yang akan memaparkan tema, prospek global perdagangan perikanan hias, kesiapan Indonesia dalam menghadapi “green label” produk perikanan hias, budidaya, peraturan, pengelolaan, dan perdagangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
  2. Sesi pameran yang bertemakan reefs restorasi yang dilakukan oleh nelayan untuk kegiatan pengelolaan perikanan, pameran hasil budidaya ikan hias laut, dan pameran photography bawah laut.

AGENDA ACARA

Waktu/Time       Materi/Program

08.00 – 08.45    Registrasi (registration)

09.00 – 09.15    Pengantar dari Direktur LINI

09.15 – 09.30    Pengantar dan Pembukaan oleh Kepala Dinas Provinsi

09.30 – 10.00     Keynote Speaker : Dr. Suseno Sukoyono (Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia)

10.00 – 10.15    Coffe Break

10.15 – 11.00     Pembicara I:   Dr. Alex Ploeg (Sekjen Ornamental Fish International) - Invasive Species In The Marine

Aquarium Industry

11.00-11.45       Pembicara II: Ir. Aspari Rachman - Model Produksi Ikan Hias Laut Ramah Lingkungan


11.45-12.30       Pembicara III:  Ibu Kadek Ari Wahyuni (Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung)

Perkembangan budidaya ikan hias laut serta prospek keterlibatan masyarakat pelaku perikanan ikan hias laut dalam kegiatan budidaya dan pemasarannya.


12.30-14.00    Istirahat dan Makan Siang

14.00-16:00    DISKUSI PANEL
Tema:
“Tantangan Dalam Melakukan Kegiatan  Transplantasi Karang Untuk Perdagangan Akuarium Laut”

  1. Panelis 1:  Ibu Agdalena (PS Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia)
    “Perdagangan Karang; Peraturan, Konservasi Dan Kontribusi Akademis”
  2. Panelis 2:  Ibu Irene Yunani (Eksportir di Bali)
    “ Pengalaman transplantasi karang dalam perdagangan"
  3. Panelis 3:  Bapak Indra Wijaya (AKKII)
    “Peran dan upaya asosiasi pengusaha dalam memayungi kegiatan budidaya dan perdagangan karang”


16:00-16:30     Pembacaan rumusan simposium dan Penutupan
Catatan:  Pameran berlangsung selama sehari mulai pukul 09:00 sampai 17:00

FIELD TRIP

Kami merencanakan untuk menyelenggarakan satu hari field trip mengunjungi lokasi penangkapan ikan hias di Bali Utara. Dimana pada field trip tersebut, anda dapat langsung menyaksikan cara penangkapan ikan hias yang dilakukan oleh nelayan-nelayan terlatih. Anda juga bisa menyelam di zona perlindungan, yang diinisiasi oleh masyarakat desa setempat. Melihat kegiatan reef rehabilitasi yang dilakukan oleh nelayan setempat. Field trip akan di lakukan apabila cukup peminatnya. Field trip berangkat dari Sanur pukul 08.00 pagi dan kembali ke Sanur pukul 17.00 sore

PENDAFTARAN

Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui telepon/email dan dengan mengisi formulir pendaftaran (terlampir). Pendaftaran akan ditutup tanggal 13 November, yaitu 10 hari sebelum acara  symposium dilaksanakan.

Biaya symposium bagi peserta adalah Rp. 250.000,- untuk umum dan Rp. 150,000 untuk pelajar dan mahasiswa. Biaya seminar sudah termasuk symposium kit, snack, dan makan siang.

Biaya untuk field trip adalah Rp. 300,000, sudah termasuk transportasi, sewa alat dasar, snack dan makan siang. Kalau sudah membawa alat sendiri, maka biaya adalah Rp. 250,000

Silakan mengisi formulir pendaftaran

Konfirmasi peserta dilakukan melalui email atau di faximile ke  LINI (0361 286806) dengan menyebutkan tanggal dan nomor bukti transfer dan formulir pendaftaran yang sudah diisi.

Pembayaran peserta symposium dan field trip dapat dilakukan melalui rekening:

Bank Mandiri atas nama Yayasan Alam Indonesia Lestari dengan nomor rekening : 145-00-0606248-9

 

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 17 November 2010 13:12
 
Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)