Press Release
HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN WORLD OCEAN DAY (5 DAN 8 JUNI 2011) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Jumat, 17 Juni 2011 16:43

TEMA


"MARI SELAMATKAN TERUMBU KARANG BALI"

Kali ini, dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup dan World Ocean Day, Yayasan LINI bersama-sama dengan Kelompok Masyarakat Wisata Bahari Teluk Gilimanuk melakukan Kegiatan Pelestarian Lingkungan Laut di Teluk Gilimanuk.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dan PPLH Universitas Udayana, Teluk Gilimanuk mempunyai keunikan dan keanekaragaman biota yang tinggi yang hidup di ketiga ekosistem laut, yaitu ekosistem mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Dalam laporan penelitian tersebut, Teluk Gilimanuk digambarkan sebagai wilayah yang dipengaruhi oleh pasang surut, suhu airnya dingin-sekitar 25OC, dan didominasi substrat pasir dan lumpur. Daerah ini diperkirakan sebagai daerah pemijahan dan pembesaran dari biota laut, termasuk perikanan bernilai ekonomis.

Bagi wisatawan selam, Teluk Gilimanuk adalah daerah penyelaman yang unik, terkenal untuk melakukan fotografi makro.  Kelompok Masyarakat Wisata Bahari telah lama mengenal kalau daerahnya merupakan lokasi tujuan wisata selam. Mereka aktif membantu operator selam yang membawa tamu menyelam di lokasi yang dikenal dengan nama Secret Bay. Jenis-jenis biota yang dapat ditemukan di Secret Bay antara lain frogfish nudibranchs, ghostpipefish, dragonet, gobies, sand eels, stonefish dan mimic octopus.

Walaupun Teluk Gilimanuk merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat, ancaman dan tekanan terhadap ekosistem dan sumberdaya lautnya dari kegiatan manusia tetap mengkuatirkan. Untuk mencegah semakin menurunnya kondisi laut di Teluk Gilimanuk, maka Kelompok Masyarakat Wisata Bahari bersama Yayasan LINI menginisiasi upaya pelestarian  melalui kegiatan penambahan rumah ikan dan substrat terumbu karang buatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperbanyak luasan habitat terumbu untuk  kelangsungan kehidupan biota laut di Teluk Gilimanuk.

Jenis-jenis terumbu buatan yang telah dipasang adalah “Roti Buaya” dan rumah ikan berbentuk kubah.  Sampai saat ini Yayasan LINI bersama dengan kelompok masyarakat pesisir di Bali Utara telah meletakkan lebih dari 250 Roti Buaya berukuran panjang 1 meter, dan sekitar 50 buah rumah ikan, di kedalaman 3-10meter antara lain di desa Patas, Taman Sari, Tejakula dan Penuktukan. Selain itu, untuk mempercepat penempelan karang pada terumbu buatan, dilakukan pula transplantasi berbagai jenis karang yang hidup di perairan Buleleng.

Jenis karang yang ditransplantasi adalah jenis-jenis yang hidup di lokasi di mana terumbu buatan diletakkan. Jenis karang yang dipergunakan sampai saat ini antara lain berbagai jenis Acropora, Pocillopora, Hydnophora dan Montipora. Hasil kegiatan penambahan substrat yang telah dilakukan, dibantu dengan kondisi perairan yang mendukung, dan keterlibatan masyarakat dalam memeliharanya, membuat dalam waktu kurang dari satu tahun, substrat buatan berkembang dengan baik sehingga sudah tidak dapat dibedakan dengan terumbu karang di sekitarnya.

Dalam memperingati Hari Lingkungan tanggal 5 Juni dan Hari kelautan tanggal 8 Juni 2011, LINI melakukan beberapa upaya peletakan terumbu karang buatan di beberapa tempat yaitu: 20 Rumah Udang (Shrimp Pod) dan 20 Roti buaya bekerjasama sama dengan nelayan ikan hias di desa Les, dan  penurunan 12 rumah ikan di Teluk Gilimanuk.

Berdiri sejak Januari 2008 LINI adalah satu dari sedikit organisasa nir-laba di Indonesia yang bekerja untuk mendukung perikanan berkelanjutan di Indonesia.  LINI berupaya membantu pengembangan perikanan berkelanjutan di Indonesia dengan kegiatan konservasi dan pengelolaan sumberdaya perikanan melalui pemberdayaan masyarakat setempat,  pelatihan keterampilan praktis, mempromosikan perdagangan yang adil dan praktek yang lebih berkelanjutan dalam pemanfaatan sumberdaya laut.  Implementasi kegiatan LINI terutama melalui kerjasama dengan stakeholder lokal yaitu pemerintah, kelompok masyarakat, sektor swasta dan LSM lokal.

Melalui program rehabilitasi ini LINI berharap dapat terus membantu masyarakat pesisir di Buleleng yang punya niat tulus untuk melakukan perubahan positif untuk lingkungan lautnya.  Bersama-sama dengan mereka, para peneliti dari LINI telah melakukan monitoring dan pencatatan terhadap perkembangan tumbuhnya karang dan kedatangan kembali ikan-ikan yang dulu ‘menghilang’,

Untuk informasi lebih detil dapat diperoleh melalui Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; ph.0361 8427168; Fax 0361 286806.

 
HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN WORLD OCEAN DAY (5 DAN 8 JUNI 2010) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 05 Juni 2010 00:00

HARI LINGKUNGAN HIDUP DAN WORLD OCEAN DAY (5 DAN 8 JUNI 2010)
Tema

“MARI SELAMATKAN TERUMBU KARANG BALI”


Sejak tahun 2008 LINI membantu masyarakat pesisir di Kabupaten Buleleng, tepatnya Desa Penuktukan, Les, Tejakula, Taman Sari dan Patas untuk merehabilitasi terumbu di wilayahnya dengan cara menempatkan terumbu buatan di lokasi-lokasi yang telah mengalami kerusakan.

Terumbu karang di Kabupaten Buleleng merupakan sumber perikanan dan menjadi obyek pariwisata penyelaman yang menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat pesisirnya. Semakin hari tekanan terhadap terumbu karang di wilayah ini semakin tinggi. Sehingga menyebabkan kondisi dan fungsinya sebagai penyangga kehidupan semakin menurun. Dengan adanya rehabilitasi karang ini, maka diharapkan dapat mengembalikan fungsi terumbu karang sebagai habitat ikan.

Jenis-jenis terumbu buatan yang telah dipasang cukup beragam, antara lain Rumah Udang (Shrimp Pod) yang berfungsi sebagai tempat hidup udang hias;  “Roti Buaya” dan Hexadome, di mana keduanya merupakan substrat buatan untuk tujuan menambah habitat ikan.  Sampai saat ini sudah lebih dari 50 Roti Buaya berukuran panjang 1 meter, dan 22 buah Hexadome diletakkan di kedalaman 3-10meter di desa Patas, Taman Sari, Tejakula dan Penuktukan. Selain itu, untuk mempercepat penempelan karang pada terumbu buatan, dilakukan pula transplantasi berbagai jenis karang yang hidup di perairan Buleleng.
Jenis karang yang ditransplantasi untuk program rehabilitasi adalah jenis-jenis yang mempunyai pertumbuhan cepat, antara lain berbagai jenis Acropora, Pocillopora, dan Montipora. Dengan kondisi perairan yang mendukung, dan keterlibatan masyarakat dalam memeliharanya, maka dalam waktu kurang dari satu tahun, substrat buatan yang di desa Patas sudah tidak dapat dibedakan dengan terumbu karang di sekitarnya.  Kondisi terumbu karang yang baik merupakan rumah habitat sekitar 200 jenis ikan dan biota yang dimanfaatkan untuk perdagangan ikan hias.

Dalam memperingati Hari Lingkungan tanggal 5 Juni dan Hari kelautan tanggal 8 Juni 2010, LINI melakukan beberapa upaya peletakan terumbu karang buatan di beberapa tempat yaitu: 10 “Roti Buaya” di Desa Tejakula bekerjasama dengan perusahaan ikan hias, 50 Rumah Udang (Shrimp Pod) bekerjasama sama dengan nelayan ikan hias di desa Les, dan  penurunan 10 terumbu buatan berbentuk Hexadomes dan penyetekan karang di Pantai Taman Sari.

Berdiri sejak Januari 2008 LINI adalah satu dari sedikit organisasa nir-laba di Indonesia yang bekerja untuk mendukung perikanan berkelanjutan di Indonesia.  LINI berupaya membantu pengembangan perikanan berkelanjutan di Indonesia dengan kegiatan konservasi dan pengelolaan sumberdaya perikanan melalui pemberdayaan masyarakat setempat,  pelatihan keterampilan praktis, mempromosikan perdagangan yang adil dan praktek yang lebih berkelanjutan dalam pemanfaatan sumberdaya laut.  Implementasi kegiatan LINI terutama melalui kerjasama dengan stakeholder lokal yaitu pemerintah, kelompok masyarakat, sektor swasta dan LSM lokal.

Melalui program rehabilitasi ini LINI berharap dapat terus membantu masyarakat pesisir di Buleleng yang punya niat tulus untuk melakukan perubahan positif untuk lingkungan lautnya.  Bersama-sama dengan mereka, para peneliti dari LINI telah melakukan monitoring dan pencatatan terhadap perkembangan tumbuhnya karang dan kedatangan kembali ikan-ikan yang dulu ‘menghilang’,

Untuk informasi lebih detil dapat diperoleh melalui Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; ph.0361 8427168; Fax 0361 286806.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 19 Oktober 2010 16:51
 


Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)