Rehabilitasi Terumbu Karang Berbasis Masyarakat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Kamis, 05 Agustus 2010 14:49

Saat ini LINI sedang membantu masyarakat pantai di Desa Penuktukan, Les, Tejakula, Taman Sari dan Yeh Biu untuk merehabilitasi terumbu di wilayahnya dengan cara menempatkan terumbu buatan di lokasi-lokasi yang telah mengalami kerusakan.  Seluruh desa tersebut berada di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali Utara.  Tujuan dari rehabilitasi karang berbasis masyarakat ini adalah untuk mengembalikan fungsi terumbu karang sebagai habitat ikan-ikan dan hewan laut lainnya, di mana kita tahu bahwa masyarakat pantai mata pencariannya adalah dari keberadaan terumbu karang ini.

Jenis-jenis terumbu buatan yang dipasang cukup beragam, yang pertama adalah Rumah Udang (Shrimp Pods) yang berfungsi sebagai tempat hidup udang hias (lihat foto).  Idenya adalah dengan penempatan pot-pot di bawah laut akan menyediakan lebih banyak tempat berlindung untuk kegiatan berkembang biak udang, sehingga para nelayan di Les tidak perlu repot lagi mencari udang.Adanya rumah udang dapat meningkatkan hasil tangkapan para nelayan sekaligus mengurangi pengambilan udang hias di terumbu karang sekelilingnya.  

Para nelayan di Penuktukan, Tejakula dan Yeh Biu tengah memasang sejumlah terumbu berukuran panjang satu meter.  Sampai saat ini sudah lebih dari 30 buah terumbu buatan yang diletakkan di kedalaman 3-5 meter.  Walaupun pada akhirnya akan ditumbuhi oleh karang secara alami, ditambahkan juga karang hasil tranplantasi untuk mempercepat pertumbuhan karang secara keseluruhan. 

Bentuk lainnya sebuah kubah yang bagian dasarnya bersegi enam, karena itu disebut Kubah Segi Enam (Hexadome).  Seperti halnya bentuk-bentuk terumbu buatan yang lainnya, permukaan dari kubah ini cukup luas sehingga baik karang maupun organisme lainnya dapat tumbuh dan berlindung di dalamnya.  Bentuknya yang tiga dimensi di hamparan dasar laut yang rata dengan segera menarik perhatian hewan-hewan yang sudah lama kehilangan ‘rumah’ tempatnya berlindung.   Struktur-struktur buatan tersebut mampu bertahan lama selama menunggu tumbuh dan pulihnya karang-karang secara alami di tempat yang direhabilitasi ini.  Kelompok nelayan di Penuktukan, Taman Sari dan Yeh Biu sejauh ini telah memasang 22 buah Kubah Segi Enam dan dalam perkembangannya telah menjadi semacam habitat bagi 20 jenis ikan karang.  

Adapun tujuan dari rehabilitasi yang dilakukan kelompok nelayan di desa Penuktukan adalah untuk meningkatkan wilayah tutupan terumbu karang.  Mereka ingin mengembangkan potensi terumbu karang sebagai lokasi ekowisata yang dikelola masyarakat, di mana para pengunjung dapat berwisata selam ataupun sekedar melakukan snorkeling.  Terumbu karang tepi di desa Penuktukan terdiri dari celah dan dinding yang sangat kaya dan terdiri dari karang keras, spons dan ikan-ikan karang.  Daerah-daerah yang masih alami tersebut telah diusulkan oleh masyarakat sebagai Daerah Perlindungan Laut atau Daerah Larang Tangkap, yang mana tidak dibolehkan adanya kegiatan penangkapan di wilayah tersebut. 

Setelah bertahun-tahun menyaksikan rusaknya terumbu karang dan merasakan dampaknya, para nelayan di Kabupaten Buleleng akhirnya menyadari begitu banyak manfaat dapat diperoleh merehabilitasi terumbu karang di wilayahnya.  Termasuk di antaranya adalah adanya perlindungan fisik terhadap daerah pantai dari gempuran badai, selain tersedianya sumber pangan dan sumber tangkapan ikan hias, sehingga para nelayan tidak perlu mencari ke tempat yang jauh untuk menangkap ikan.   Terumbu buatan itu juga dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata selam. 

LINI berharap terus membantu masyarakat pesisir di Buleleng yang punya niat tulus untuk melakukan perubahan positif untuk lingkungan lautnya.  Bersama-sama dengan mereka, para peneliti dari LINI telah melakukan monitoring dan pencatatan terhadap perkembangan tumbuhnya karang dan kedatangan kembali ikan-ikan yang dulu ‘menghilang’, dan sejauh ini hasilnya cukup bagus.  Cukup banyak ikan (baik jumlah maupun jenis) yang kembali ke terumbu yang telah direhabilitasi ini.  
LINI menargetkan untuk menambah lebih banyak lagi struktur buatan di sepanjang pantai Bali Utara dalam waktu lima tahun ke depan.  Harapannya untuk satu lokasi dapat dipasang 100 struktur yang diharapkan dapat menimbulkan dampak yang cukup berarti dalam mengembalikan terumbu karang kepada fungsinya semula. 

JIka anda tertarik untuk memberikan dukungan, silakan menghubungi kami.  Satu buah terumbu buatan berukuran panjang 1 meter memerlukan biaya sebesar Rp 200.000,-.  Untuk informasi lebih detil dapat diperoleh melalui Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya ; ph.0361 8427168; Fax 0361 286806

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 15 Oktober 2010 14:42
 
Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)